<$BlogRSDUrl$>

Thursday, December 18, 2003

Kita tahu segalanya?

Apabila Kita merasa tahu segalanya maka seharusnya Kita bisa mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi setiap permasalahan. Kalo Anda bisa menjawab 2 kasus dibawah ini, itu berarti Anda memang telah banyak makan asam garam kehidupan.

Kasus #1 :

Jika Anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis.
> --- Quiz #1 ---<

Seandainya Anda dimintai saran, apakah Anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya?
(Baca kasus berikutnya sebelum membaca jawaban atas pertanyaan ini di bagian bawah)

Kasus #2 :
Pemilu tinggal sekitar 5 bulan lagi. Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan sebanyak 24 partai politik yang lolos verifikasi dan berhak mengikuti Pemilu 2004. Pemilu tahun 2004 nanti sanagt berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Selain memilih calon legislatif dari partai-partai politik peserta pemilu, kita juga akan memilih secara langsung figur Presiden Republik Indonesia. Jadi, InsyaAllah gak beli kucing dalam karung lagi dech, dan gak ada lagi presiden yang terpilih karena "mendingan dia daripada die" heu ueh :p.

Sebelum Anda menentukan siapa figur yang akan Anda pilih sebagai pemimpin negara tercinta ini, jawab dulu ini :-)

----------> Quiz #2 <----------

Seandainya, sekarang adalah waktunya memilih seorang pemimpin dunia dan keputusan Anda berpengaruh besar terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Ada calon yang diajukan dan berikut adalah fakta mengenai ketiga calon tersebut:

Calon A:
Dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis. Punya dua istri muda. Dia juga seorang perokok berat dan minum 8-10 botol Martini setiap hari.

Calon B:
Dipecat dua kali dari kantor. Selalu bangun sore hari.
Pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski setiap sore.

Calon C:
Dianggap sebagai pahlawan perang. Vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh di luar perkawinannya.

Setelah membaca fakta2 tersebut, siapa di antara ketiga calon ini yang akan Anda pilih?
Putuskan baik-baik, jangan mengintip. Setelah itu,
turunlah ke bawah untuk melihat jawabannya...
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Calon A adalah Franklin D. Roosevelt
Calon B adalah Winston Churchill
Calon C adalah Adolph Hitler

Sekali lagi sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang dari penampilan dan oh ya,
jawaban untuk Quiz #1 tadi jika Anda menjawab Ya,
maka Anda baru saja membunuh Beethoven.


Friday, December 12, 2003

Life is unfair???

Kadang2 gw ngerasa hidup itu gak adil,
sering kali gw iri pada orang lain yg menurut gw dia gak lebih baik dari gw tapi dia bisa mendapatkan yg lebih baik dari gw...
Waktu kuliah, temen gw yg belajarnya santai2 aja, masuk aja jarang... ehh nilainya slalu lebih bagus dari gw. padahal gw dah "jungkir balik" belajar sampe mata sembab (bukan karena nangis lho...) dan sipit kayak Roger Danuarta.. (kalo yg terakhir gpp dech..).
Di tempat kerja, temen kerja gw yg suka bolos, kalo pun masuk telat mulu dan sering pulang lebih awal, kadang lebih sering mendapat kesempatan yang lebih baik dalam hal materi maupun "karir" daripada gw.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan, mengharapkan karir yg lebih baik, tapi justru orang lain yang mendapatkannya --tanpa susah payah.
Kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan--orang lain dengan mudah berganti pasangan.

Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. Sedangkan orang lain dengan mudahnya hidup bermewah2...

Hal2 kecil yg slalu dibesar-besarkan tersebut tak jarang bikin gw "patah arang". Trus ngomong begini, "Ngapain belajar/kerja rajin-rajin, ujung2nya yg gw dapetin cuma sgitu2 aja!" atau "Di dunia kerja... orang yg karirnya "berkilau" bukan orang yg skill/kinerjanya sgt baik, tetapi orang2 yg beruntung!"

Semua orang tau kalo itu salah... tapi kadang kala hal seperti itu memang terjadi. Waktu gw surfing di internet, gak sengaja gw dapetin artikel yg menurut gw pas bgt dengan apa yg lg gw hadepin.

Potongan artikel itu sbb :

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).

Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.

Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini
Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.

"There's a time and place for everything, for everyone.
God works in a mysterious way."

-- unknown source/writer from the net --

Apa yg diungkap dalam tulisan diatas sangat masuk akal... mudah utk diucapkan tapi sulit utk dilaksakan... Gw cm bisa berdoa...

Ya Allah,
Jadikan aku hamba yg selalu bersyukur kepada-Mu, tersenyum dalam kekecewaan, tegar dalam kegagalan, tertawa dalam amarah dan tenang dalam kegalauan.

Ya Allah,
Jauhkan aku dari sifat-sifat : kufur atas nikmat2-Mu, benci atas kebahagian orang lain, iri atas kesuksesan orang lain, dusta dalam ucapan, khianat atas kepercayaan, lupa dan kehilafan.

Amien...

Friday, December 05, 2003

"Story ... of ... "

Keluarga temen gw (panggil aja jeki) ngerasa kalo keluarga di kampung mereka ada yg "ngerjain". Awal kejadiannya bermula sejak dari adik terkecil mereka sakit2an dan beberapa bulan kemudian meninggal. Katanya sampe skrg, dokter juga gak ngerti penyakit apa yg dia derita. Trus sering ada kejadian2 aneh di rumah mereka, salah satunya beberapa kali telur ayam yg disimpen dirumah busuk trus tiba2 meledak , padahal telurnya masih baru. Hmm... gw baru denger kalo terlu bisa meledak (pecah sendiri). tapi kenyataannya memang begitu, gw liat sendiri bekas "ledakan"nya, wuihh bau bgt.....

Salah satu tetangga ada yg nyaranin supaya temen gw itu nemuin "orang pinter" di Besum (salah satu kampung di Pelosok Jayapura). Dia ngerasa gak ada salahnya kalo saran itu dicoba. akhirnya pergi dech dia ke Besum. Setelah ketemu "orang pinter" (gw singkat OPIE aja ya?! soalnya orangnya fungky abis, hobinya aja ke bar...) tsb dan kemudian nyeritain persoalannya, OPIE ngambil segelas air putih. Trus ngucapin sesuatu (sejenis mantra gitu), abis itu dia jatuhin beberapa butir beras ke dalam gelas tsb. Dari sekian butir tersebut ternyata ada satu butir beras yg gak tenggelam. Aneh juga ya? harusnya kan beras itu kl dimasukkin ke air pasti tenggelam.

Pak OPIE bilang kalo rumah temen di kampung, ada yg "ngerjain". Di halamannya ada yg nanam "sesuatu" (sejenis santet lah, gw sendiri gak ngerti). Untuk nyabut "benda" itu, pak Opie harus datang sendiri ke sana, malam Jum'at minggu depannya. Temen gw setuju...

Minggu depannya, pagi2 jam 8, gw + 2 orang lainnya, rame2 nemenin temen gw dan kakaknya jemput Pak Opie di rumahnya, kira2 70 km dari kota Jayapura. Sampe di rumah Pak Opie jam 9an, kami msh harus nunggu, soalnya pak opie masih hrs nungguin istrinya yg lg berobat ke dokter krn kena malaria. Jam 11.30 baru bisa berangkat ke rumah temen gw yang di kampung (Arso/daerah transmigrasi). Jaraknya dari Besum (rumah Pak Opie) kira2 120 km. Perjalanan ke sana ditempuh dalam 3,5 jam karena jalannya rusak berat dan hujan turun gak brenti2.

Sampe sana lsg pada rebahan di lantai, badan rasanya mo rontok... capek bgt. rencananya jam 5 sore mo lsg balik ke Jayapura, tapi karena masih capek bgt (boro2 mo nyetir mobil, mo bediri aja males...) akhirnya diputuskan berangkat abis maghrib. Kakaknya temen gw malah ngusulin berangkatnya jam 8 aja biar dia bisa ngikut juga, soalnya dia masih nungguin seseorang.

Abis shalat maghrib, makan trus kira2 jam 7 mlm kami 5 orang berangkat balik ke Jayapura. Sepanjang jalan lumayan sepi dan gelap. Langit keliatan mendung dan mulai gerimis. buat ngusir ngantuk, kami ngobrol, becanda2. Trus mulai dech ngomong ngawur.

Temen gw yg bawa mobil (jack) nanya, "kalo misalnya kita ketemu cewek cakep ajak naik gak?". Temen gw yg lain (Eka) lsg aja jawab, "tergantung, kl cewek itu ada di daerah pemukiman ajak aja, tp kalo di hutan lsg kabur aja...". Semua pada ketawa...
Jack nanya lg, "kl cewek yg di hutan itu tiba2 dah ada di dalam mobil, gimana?"
Pur sambil nyengir, "asal gak di sebelah gw aja. kl sampe di sebelah gw, mendingan loncat dari jendela...".
Tiba2 semua diem, pada kepikiran, kl bener2 kejadian gimana ya???

Akhirnya, kami ngobrolin yg lain. mulai dari cerita salak sampe jembatan roboh, pokoknya gak karuan dech.

Biar jalan yg dilewati jalan tanah berbatu dan berlubang2, Jek yg bawa mobil nekat aja memacu mobil kenceng2. katanya, "biar cepet sampe!".
Eka nimpalin "kalo bawa mobilnya begini, belum tentu sampe Jayapura."
Gw ngeiyain... "dah santai aja, gak ada yg dikejar ini...".
Pur nambahin, "kalo bannya pecah gimana?"
Eka sambil ketawa jawab, "Dua orang ganti ban, satu orang liat2 situasi, dua orang yg lain bedoa...!!!"
Pur nanya "Kalo tiba2 ada cewek yg nanya, mas... lg ngapain...? trus gimana"
Eka jawab, "Kl gw sich jelas mendingan ngabur dech".
Gw jawab jg, "Kl gw mendingan pingsan aja dech, gak cape. kalo kabur kan dah capek2 lari ujung2nya msh kekejar juga."
Semua pada ngungkapin rencananya kalo hal itu terjadi, jayus bgt dech... rame dah kayak pasar.

Sekitar jam 8an, jalan dah mulai bagus (beraspal) msh di daerah hutan. Gw ngerasa mobil jalannya gak stabil. "Jek, kok oleng sich?" waktu itu kecepatan cuma sekitar 70 km/jam.
Jack gak nanggepin. sekitar 10 menit kemudian Jek baru ngomong, kayaknya ban belakang gembos dech... trus mobil brenti.
"Coba periksa ban belakang", kata Jek.
Gw yg duduk di kursi tengah turun ngecek ban belakang sebelah kanan. Busyet gelap bgt, gak ada lampu senter lagi. Bannya gw tendang2, "Gak apa2 koq".
"Sebelah kiri gimana?" tanya Jek lagi.
"Kayaknya gak apa2 juga!", jawab Pur yg ngecek ban sebelah kiri.

Karena bannya gak apa2, kami lsg nerusin perjalanan. tapi gak lama sekitar 7 menitan kedengeran suara ban aneh bgt (keplek2 kayak kesangkut sesuatu), trus bau hangus karet.
Akhirnya mobil berenti lagi. Pas dicheck ulang, ternyata ban kiri belakang memang gembos...
"Ya ampun ampe berasep gini...!!!" Jek panik.
Bannya dah sobek kebakar pelek sama aspal. pas dipegang panas banget. Terpaksa disiram air dulu. bingung nyari air, kepaksa dech gw pake air aqua yg emang sengaja dibawa kalo2 haus di jalan.
"Baru kali ini gw nyuci ban pake air aqua, he he".
Setelah peleknya dah mulai dingin baru dech sambil gelap2an ganti ban. Waktu itu gak sempet mikir yg aneh2, pokoknya yg penting cepet2 nyelesaiin ganti bannya. Padahal tempatnya serem bgt gelap dan dikanan kiri jalan yg keliatan cuma pohon melulu. Bulan waktu itu gak keliatan soalnya langit mendung dan hujan gerimis.

Setengah jam ganti ban selesai juga. Tanpa basa-basi langsung naik ke mobil semua... cabuttttttttt.... soalnya perjalanan masih dua jam lebih lagi. Sambil berdoa, mudah2an bannya gak bocor lagi, soalnya dah gak ada serep lagi. Kalo sampe bocor lg bisa2 nginep dimobil dech... nunggu pagi.

Alhamdulillah perjalanan lancar, masuk ke kawasan kota, perasaan seneng banget. Akhir sekitar jam 11 malam nyampe di mess. Wuahhh, lelah habis.... lsg tidur Zzzzzzzzzzzzzzz. Dah gak mo mikirin maupun mimpiin hasil kerja pak Opie, yg penting tidur.... Capekkk.



Lebaran, lebaran dan lebaran...

Sebelumnya gw mo ngucapin :

Selamat Idul Fitri 1424 H
Mohon Maaf Lahir Bathin
Minal Aidin Walfaizin

Lebaran di tahun ini buat gw sedikit berbeda sama lebaran sebelumnya. Soalnya lebaran tahun ini gw gak bisa kumpul sama keluarga. Tapi biar gak bisa kumpul sama keluarga, disini banyak temen2 baru yang bisa dikunjungi. Lumayan datang bersilaturahmi ke satu rumah pasti disuruh nyobain hidangan lebarannya. Hmm... sehari bisa makan 6 kali. "Balas dendam" setelah 29 hari berpuasa.

Hari pertama lebaran, gw ngunjungi beberapa "rekan kerja" yang ada di sekitar Jayapura. Lumayan capek dari pagi ampe malam dan bikin kenyang abis. Bayangin aja pagi setelah shalat ied, sampe jam tigaan ngunjungi 3 rumah, ngobrol2 dan makan2. Malamnya ikut halal bihalal di rumahnya Panglima Kodam. Btw anaknya pangdam "manut" lho (manut = manis dan imut). Sayang cuma sempet kenalan doang. Gak sempet ngobrol banyak :-( gara2 temen2 dah ngajakin lanjut jalan ke rumah salah seorang pejabat di Pertamina. Di rumah pjbt pertamina, gw dipaksa makan lagi, wuaaaaa gak kuat dah keyang bgt. Tapi demi ngehormati yang punya rumah terpaksa makan lagi dech (makan bakso). Dah gitu masih disuruh nyobain eskrim sama dawet ayu... walah bisa meledak nich perut. Biar gak disuruh makan lagi cepet2 dech pamit pulang. ampe mess langsung tidur capek + keyang.

Hari kedua lebaran gw ama temen2 (ber-4) jalan ke Arso (daerah pemukiman transmigrasi di Jayapura). Perjalanan ke sana sekitar 2 jam.
Niatnya sich berangkat jam 6 pagi. Tapi apa daya, bangunnya kesiangan. Akhirnya baru bisa jalan jam 1/2 11. nyampe sana jam 1/2 12.

Transmigran di Arso rata2 dari jawa sama sulawesi. Rata2 rumah orang sulawesi rumah panggung. Petani di Arso umumnya menanam kakao (coklat). Soalnya coklat harganya lumayan tinggi. Katanya sich dari 1 1/2 hektare lahan, seorang petani bisa jual hasil panen snilai 18 juta tiap tiga bulan. Padahal ada yang punya lahan bisa sampe 6 hektare, Wow... bisa kaya raya tuch!!!. Makanya gak heran kalo petani disini banyak yang punya rumah mentereng dan punya kuda yang punya roda (boil).

Di Arso banyak banget pohon salak. Tapi petani disini gak pernah ngejual salak-salaknya. gak sebanding antara harga salak ama ongkos angkutnya ke kota. jadi dimakan sendiri atau dimakan sapi (keren kan, sapi makannya salak, gw sendiri baru tau lho kalo sapi suka makan salak).

Pemukiman transmigran di Arso dibagi jadi 13 blok. mulai dari Arso 1 sampe Arso 14. Jarak tiap blok kurang lebih 5-10 km luas bgt dech. Trus nama jalan di tiap blok biasanya seragam. Ada yang nama-nama ikan dan ada juga nama2 orang yang jadi korban penyerangan TPN/OPM (kelompok separatis bersenjata sekitar tahun 80-an). Waktu itu sekitar 20 orang transmigran dibunuh sama anggota TPN/OPM.

Oh iya, di jalan waktu mo ke Arso ada penduduk lokal yang nyegat kendaraan minta uang. Serem juga soalnya orangnya bawa parang panjang banget. Dikasih seribu gak mau, mintanya 5 ribu. katanya buat upah dia ngebabat rumput sama tanaman perdu dipinggir2 jalan. daripada ribut, mendingan dikasih aja dech, lagian gak tiap hari.

Gw balik ke mess abis maghrib. Dibawain oleh2 byk bgt, pisang, salak, jeruk bali, kue2 kampung ampe mobilnya penuh. ntar kalo oleh2nya dah abis tinggal balik lagi kesana dech, lumayan kan???


This page is powered by Blogger. Isn't yours?