Life is unfair???
Kadang2 gw ngerasa hidup itu gak adil,
sering kali gw iri pada orang lain yg menurut gw dia gak lebih baik dari gw tapi dia bisa mendapatkan yg lebih baik dari gw...
Waktu kuliah, temen gw yg belajarnya santai2 aja, masuk aja jarang... ehh nilainya slalu lebih bagus dari gw. padahal gw dah "jungkir balik" belajar sampe mata sembab (bukan karena nangis lho...) dan sipit kayak Roger Danuarta.. (kalo yg terakhir gpp dech..).
Di tempat kerja, temen kerja gw yg suka bolos, kalo pun masuk telat mulu dan sering pulang lebih awal, kadang lebih sering mendapat kesempatan yang lebih baik dalam hal materi maupun "karir" daripada gw.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan, mengharapkan karir yg lebih baik, tapi justru orang lain yang mendapatkannya --tanpa susah payah.
Kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan--orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat. Sedangkan orang lain dengan mudahnya hidup bermewah2...
Hal2 kecil yg slalu dibesar-besarkan tersebut tak jarang bikin gw "patah arang". Trus ngomong begini, "Ngapain belajar/kerja rajin-rajin, ujung2nya yg gw dapetin cuma sgitu2 aja!" atau "Di dunia kerja... orang yg karirnya "berkilau" bukan orang yg skill/kinerjanya sgt baik, tetapi orang2 yg beruntung!"
Semua orang tau kalo itu salah... tapi kadang kala hal seperti itu memang terjadi. Waktu gw surfing di internet, gak sengaja gw dapetin artikel yg menurut gw pas bgt dengan apa yg lg gw hadepin.
Potongan artikel itu sbb :
Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).
Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang
paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini
Tuhan mengabulkannya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"There's a time and place for everything, for everyone.
God works in a mysterious way."
-- unknown source/writer from the net --
Apa yg diungkap dalam tulisan diatas sangat masuk akal... mudah utk diucapkan tapi sulit utk dilaksakan... Gw cm bisa berdoa...
Ya Allah,
Jadikan aku hamba yg selalu bersyukur kepada-Mu, tersenyum dalam kekecewaan, tegar dalam kegagalan, tertawa dalam amarah dan tenang dalam kegalauan.
Ya Allah,
Jauhkan aku dari sifat-sifat : kufur atas nikmat2-Mu, benci atas kebahagian orang lain, iri atas kesuksesan orang lain, dusta dalam ucapan, khianat atas kepercayaan, lupa dan kehilafan.
Amien...
// posted by  markid  
10:08 PM